Titang Agung Motor
Kami siap melayani anda pengguna sepeda motor, bengkel kami melayani dengan cepat tepat dan teliti, karena kami ahli dibidangnya, dan kami juga siap melayani para pengusaha toko sparepart dengan pembelian partai atau eceran, barang yang kami tawarkan tergantung permintaan konsumen dengan harga terjangkau dan dijamin kwalitasnya. jangan ragu datang dan buktikan di Bengkel dan Toko sparepart kami "TITANG AGUNG MOTOR" motto kami Efisiensi Handal Terjangkau dan Terjamin
Selasa, 31 Januari 2017
Senin, 30 Januari 2017
Minggu, 21 Oktober 2012
"Kepemimpinan Yg Efektif"
"Kepemimpinan adalah pengaruh, tidak lebih dan tidak kurang"
Terlepas dari apakah itu bersifat positif maupun negatif, seorang pemimpin dituntut untuk bisa memberikan pengaruh yang bisa menggerakkan setiap obyek yang dipimpinnya untuk bergerak, berubah mengikuti arah tujuan perusahaan dengan visi misinya.
Seorang pemimpin akan membawa orang yang dipimpinnya berangkat dari satu titik ke titik lainnya, atau dari satu kondisi ke kondisi yang dituju. Tapi darimana sumber kekuatan pengaruh itu bisa diperoleh? Yaitu dengan KETELADANAN
Keteladanan akan menjadi kekuatan yang mampu mempengaruhi tanpa harus menggurui dan memaksa
Keteladanan akan memunculkan sikap hormat dan penghargaan yang tulus yang akan menggerakkan orang lain dengan sukarela. Dengan menjadi model keteladanan, seorang pemimpin dimampukan untuk bisa memberikan dampak bagi lingkungannya, sekaligus menunjukkan kepada obyek yang dipimpinnya bagaimana cara melakukan pelayanan mengembangkan orang lain menjadi pribadi yang efektif, berkualitas dan berkarakter positif.
Dan untuk memimpin orang lain, seseorang terlebih dahulu harus terampil dalam memimpin diri sendiri. Kepemimpinan terhadap orang lain harus datang dari suatu ekspresi yang jujur terhadap kelemahan diri sendiri
salah satu alasan yang juga mendasari pendapat mengapa seorang pemimpin harus terlebih dahulu bisa memimpin dirinya sebelum dia berusaha untuk memimpin orang lain.
Seorang pemimpin harus belajar untuk peka terhadap reaksi orang-orang di sekitarnya terhadap sikap, tindakan dan ucapan mereka, karena tindakan orang lain terhadap kita, umumnya merupakan cerminan dari tindakan kita kepada mereka. Apabila kita menanam kebaikan kepada mereka tentunya kebaikanlah yang akan kita terima dan begitu pula sebaliknya.
Jadi saya akan menjadikan kepemimpnan setingkat supervisor ini dengan kepemimpinan EFEKTIF, mulai dengan belajar menguasai keterampilan dalam memimpin diri sendiri. Biarkan orang lain melihat karakter dan kualitas hidup kita. Dengan demikian kita akan meletakkan dasar yang kokoh bagi kepemimpinan kita.
kecerdasan emosional, yaitu aspek-aspek yang berkait dengan kepribadian, yang di dalamnya setidaknya ada empat unsur pokok.
1. Kemampuan seseorang memahami dan memotivasi potensi dirinya.
2. Memiliki rasa empati yang tinggi terhadap orang lain.
3. Senang bahkan mendorong melihat anak buah sukses, tanpa dirinya merasa terancam.
4. Asertif, yaitu terampil menyampaikan pikiran dan perasaan dengan baik, lugas, dan jelas tanpa harus membuat orang lain tersinggung
Bangun komitmen untuk mencapai tujuan Perusahaan. Komitmen ini akan menciptakan ownership
Gunakan berbagai sarana komunikasi. Untuk membangun komitmen dan dukungan untuk tujuan utama, tata nilai organisasi, dan budaya yang ingin dibangun, termasuk sarana seperti; meeting, corporate blog, intranet, social media dll.
Bangun dialog dengan karyawan. Dengan demikian karyawan memahami arah perusahaan dan apa yang diharapkan.
Ajak Senior Manager untuk saling mengingatkan. Saling memberikan umpan balik tentang pelaksanaannya dan bagaimana mereka berperilaku.
Sebagai bagian dari komitmen akan Peningkatan Service Excellence, kami pun mengunjungi Kantor Cabang, termasuk di Denpasar baru-baru ini, dan melakukan dialog dengan nasabah. Walk the Talk adalah sebuah syarat mutlak untuk para pemimpin. Karena mereka seakan hidup dalam rumah kaca, di mana semua karyawannya akan melihat apakah mereka cuma OMDO (alias omong doang) atau sunggu Bila anda menjadi seorang pemimpin atau anda mendapat amanah menjadi seorang pemimpin, maka anda harus mampu mawas diri. Tidak sombong, dan memiliki kerendahan hati. Harus berani dikritik, dan siap menerima kecaman dari bawahan. Tetapi yakinlah bila anda mampu memberikan keteladanan atau contoh yang baik kepada orang-orang yang anda pimpin, maka mereka pun akan sungkan dengan anda. Merekapun akan malu bila tak seide atau tak sependapat dengan pemimpinnya. Sebab keteladanan adalah cara jitu dalam memimpin.
Sekarang ini, banyak pemimpin yang mau benarnya sendiri. Tak peduli dengan omongan orang bawahan. Padahal, seorang pemimpin itu harus lebih banyak mendengar, dan melayani dengan sepenuh hati orang-orang yang dipimpinnya. Bukan justru minta dilayani, dan banyak ngomongnya
Siapapun yang ingin melakukan perubahan, kuncinya adalah Keteladanan.Bagaimana mungkin bangsa ini dapat berubah, kalau sulit mencari keteladanan. Oleh karena itu, para peserta kampanye yang ingin berlomba-lomba berkuasa di tiap daerah di negeri ini, kepada siapapun yang berbicara tentang perubahan bangsa, tentang perubahan negeri kita, lewati dulu sebuah pertanyaan “saya memberi keteladanan apa ?”. Sudah banyak yang berteriak untuk mempersatukan bangsa ini. Tapi, bagaimana menjadi teladan ketika dua orang anak saja yang dirumah tidak akur, bahkan pada kabur. Sudah banyak juga yang berteriak untuk memperbaiki ekonomi, sementara berapa banyak tetangga yang bisa bekerja dengan adanya diri kita. Maka, untuk melakukan perubahan kuncinya hanya keteladanan.
Tapi, teladan seperti apa yang dibutuhkan?
Langkah pertama untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif adalah dengan bercermin. Kuasailah keterampilan dalam memimpin diri sendiri, dengan demikian Anda akan meletakkan dasar untuk membantu orang lain agar melakukan hal yang sama."
- Charles C. Manz -
Ciri-ciri utama dalam melihat karakter dan sifat para pemimpin yang baik dan patut dijadikan panutan adalah yang bukan hanya mampu melakukan hubungan bisnis saja, tapi juga melakukan pendekatan secara persuatif kepada bawahannya.
Peduli dan ucapkan terima kasih
Satu catatan penting untuk para pemimpin yang sebenarnya hal ini bersifat sepele tapi luarbiasa dampaknya jika dilakukan. Perhatikan orang-orang yang mengerti pekerjaannya dan berprestasi dalam pekerjaan. Berikanlah reward dan ucapkan terima kasih, hari ini, besok dan kemudian.
Strategi atau rencana bisnis sudah dibuat, kemudian apa yang harus dilakukan? Ya, mengimplementasikan strategi yang Anda buat! Sebagus apapun strategi yang Anda buat jika Anda tidak bisa mengimplementasikan strategi tersebut, Anda tidak akan bisa mencapai tujuan perusahaan. Sebenarnya strategi itu sendiri jarang ada masalahnya. Permasalahannya ada pada pelaksanaan strategi, inilah yang sering membuat para pemimpin kecewa
Anda pelaku bisnis maka Anda tentukan visi misi perusahaan Anda. Kemudian tentukan sasaran Anda. Ingat sasaran haruslah terukur, ringkas, dan bersekala waktu yang pasti.
Pahami kekuatan yang ada dalam tim Anda.
Tentunya Anda tidak bekerja sendiri. Dibelakang Anda ada pasukan yang siap menolong. Kenali dan pahamilah kekuatan yang ada pada tim Anda. Setelah Anda dapat melihat kekuatan tersebut, asah terus, ciptakanlah tim yang tangguh dan siap menghadapi segala rintangan demi mencapai goal yang Anda buat.
1. Fokus.
Menjadi seorang pemimpin tentunya harus bersikap fokus akan tanggung jawab terhadap pekerjaan, berkontribusi dalam memberikan arah tujuan perusahaan yang baik, dan lebih mementingkan prioritas utama dengan prioritas pribadi. Hal ini sangat mempengaruhi kerja tim. Bertindak cepat dalam segala hal, baik dalam kondisi yang mendesak maupun kondisi cepat, seorang pemimpin dituntut harus bisa mengambil keputusan tepat dan cepat.
2. Mendukung dan selaras dgn Visi dan Misi.
Seorang Pemimpin yang baik harus memiliki visi dan misi yang baik, karena pimpinan yang baik harus menyampaikan tujuan visi dan misinya, agar bawahannya memiliki motivasi untuk mencapai target yang sama, sehingga pimpinan bisa memberikan bimbingan untuk mengerakkaan timnya menuju tujuan yang telah ditentukan.
Ketiga, keteladanan dalam pengorbanan. Seorang pemimpin adalah orang yang harus lebih banyak berkorban dari pada pengikutnya. Dia mengorbankan waktunya, pikiranya, dan hartanya untuk kepentingan bersama. Dia bersedia untuk turun langsung membantu orang-orang yang dipimpinnya. Tidak hanya sekedar mengarahkan dan menyuruh, tapi dia bersama-sama pengikutnya melakukannya.
Jika pemimpin dapat memberikan keteladan, insya Allah maka perubahan ke arah yang lebih baik dapat terjadi. Pemimpin itu ibarat sumber mata air di hulu. Bila di hulu airnya telah keruh, maka kebawahnya akan keruh juga. Jika dari sumbernya telah bersih dan jernih, makan kebawahnya pun Insya Allah akan bersih juga.
Terlepas dari apakah itu bersifat positif maupun negatif, seorang pemimpin dituntut untuk bisa memberikan pengaruh yang bisa menggerakkan setiap obyek yang dipimpinnya untuk bergerak, berubah mengikuti arah tujuan perusahaan dengan visi misinya.
Seorang pemimpin akan membawa orang yang dipimpinnya berangkat dari satu titik ke titik lainnya, atau dari satu kondisi ke kondisi yang dituju. Tapi darimana sumber kekuatan pengaruh itu bisa diperoleh? Yaitu dengan KETELADANAN
Keteladanan akan menjadi kekuatan yang mampu mempengaruhi tanpa harus menggurui dan memaksa
Keteladanan akan memunculkan sikap hormat dan penghargaan yang tulus yang akan menggerakkan orang lain dengan sukarela. Dengan menjadi model keteladanan, seorang pemimpin dimampukan untuk bisa memberikan dampak bagi lingkungannya, sekaligus menunjukkan kepada obyek yang dipimpinnya bagaimana cara melakukan pelayanan mengembangkan orang lain menjadi pribadi yang efektif, berkualitas dan berkarakter positif.
Dan untuk memimpin orang lain, seseorang terlebih dahulu harus terampil dalam memimpin diri sendiri. Kepemimpinan terhadap orang lain harus datang dari suatu ekspresi yang jujur terhadap kelemahan diri sendiri
salah satu alasan yang juga mendasari pendapat mengapa seorang pemimpin harus terlebih dahulu bisa memimpin dirinya sebelum dia berusaha untuk memimpin orang lain.
Seorang pemimpin harus belajar untuk peka terhadap reaksi orang-orang di sekitarnya terhadap sikap, tindakan dan ucapan mereka, karena tindakan orang lain terhadap kita, umumnya merupakan cerminan dari tindakan kita kepada mereka. Apabila kita menanam kebaikan kepada mereka tentunya kebaikanlah yang akan kita terima dan begitu pula sebaliknya.
Jadi saya akan menjadikan kepemimpnan setingkat supervisor ini dengan kepemimpinan EFEKTIF, mulai dengan belajar menguasai keterampilan dalam memimpin diri sendiri. Biarkan orang lain melihat karakter dan kualitas hidup kita. Dengan demikian kita akan meletakkan dasar yang kokoh bagi kepemimpinan kita.
kecerdasan emosional, yaitu aspek-aspek yang berkait dengan kepribadian, yang di dalamnya setidaknya ada empat unsur pokok.
1. Kemampuan seseorang memahami dan memotivasi potensi dirinya.
2. Memiliki rasa empati yang tinggi terhadap orang lain.
3. Senang bahkan mendorong melihat anak buah sukses, tanpa dirinya merasa terancam.
4. Asertif, yaitu terampil menyampaikan pikiran dan perasaan dengan baik, lugas, dan jelas tanpa harus membuat orang lain tersinggung
Bangun komitmen untuk mencapai tujuan Perusahaan. Komitmen ini akan menciptakan ownership
Gunakan berbagai sarana komunikasi. Untuk membangun komitmen dan dukungan untuk tujuan utama, tata nilai organisasi, dan budaya yang ingin dibangun, termasuk sarana seperti; meeting, corporate blog, intranet, social media dll.
Bangun dialog dengan karyawan. Dengan demikian karyawan memahami arah perusahaan dan apa yang diharapkan.
Ajak Senior Manager untuk saling mengingatkan. Saling memberikan umpan balik tentang pelaksanaannya dan bagaimana mereka berperilaku.
Sebagai bagian dari komitmen akan Peningkatan Service Excellence, kami pun mengunjungi Kantor Cabang, termasuk di Denpasar baru-baru ini, dan melakukan dialog dengan nasabah. Walk the Talk adalah sebuah syarat mutlak untuk para pemimpin. Karena mereka seakan hidup dalam rumah kaca, di mana semua karyawannya akan melihat apakah mereka cuma OMDO (alias omong doang) atau sunggu Bila anda menjadi seorang pemimpin atau anda mendapat amanah menjadi seorang pemimpin, maka anda harus mampu mawas diri. Tidak sombong, dan memiliki kerendahan hati. Harus berani dikritik, dan siap menerima kecaman dari bawahan. Tetapi yakinlah bila anda mampu memberikan keteladanan atau contoh yang baik kepada orang-orang yang anda pimpin, maka mereka pun akan sungkan dengan anda. Merekapun akan malu bila tak seide atau tak sependapat dengan pemimpinnya. Sebab keteladanan adalah cara jitu dalam memimpin.
Sekarang ini, banyak pemimpin yang mau benarnya sendiri. Tak peduli dengan omongan orang bawahan. Padahal, seorang pemimpin itu harus lebih banyak mendengar, dan melayani dengan sepenuh hati orang-orang yang dipimpinnya. Bukan justru minta dilayani, dan banyak ngomongnya
Siapapun yang ingin melakukan perubahan, kuncinya adalah Keteladanan.Bagaimana mungkin bangsa ini dapat berubah, kalau sulit mencari keteladanan. Oleh karena itu, para peserta kampanye yang ingin berlomba-lomba berkuasa di tiap daerah di negeri ini, kepada siapapun yang berbicara tentang perubahan bangsa, tentang perubahan negeri kita, lewati dulu sebuah pertanyaan “saya memberi keteladanan apa ?”. Sudah banyak yang berteriak untuk mempersatukan bangsa ini. Tapi, bagaimana menjadi teladan ketika dua orang anak saja yang dirumah tidak akur, bahkan pada kabur. Sudah banyak juga yang berteriak untuk memperbaiki ekonomi, sementara berapa banyak tetangga yang bisa bekerja dengan adanya diri kita. Maka, untuk melakukan perubahan kuncinya hanya keteladanan.
Tapi, teladan seperti apa yang dibutuhkan?
Langkah pertama untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif adalah dengan bercermin. Kuasailah keterampilan dalam memimpin diri sendiri, dengan demikian Anda akan meletakkan dasar untuk membantu orang lain agar melakukan hal yang sama."
- Charles C. Manz -
Ciri-ciri utama dalam melihat karakter dan sifat para pemimpin yang baik dan patut dijadikan panutan adalah yang bukan hanya mampu melakukan hubungan bisnis saja, tapi juga melakukan pendekatan secara persuatif kepada bawahannya.
Peduli dan ucapkan terima kasih
Satu catatan penting untuk para pemimpin yang sebenarnya hal ini bersifat sepele tapi luarbiasa dampaknya jika dilakukan. Perhatikan orang-orang yang mengerti pekerjaannya dan berprestasi dalam pekerjaan. Berikanlah reward dan ucapkan terima kasih, hari ini, besok dan kemudian.
Strategi atau rencana bisnis sudah dibuat, kemudian apa yang harus dilakukan? Ya, mengimplementasikan strategi yang Anda buat! Sebagus apapun strategi yang Anda buat jika Anda tidak bisa mengimplementasikan strategi tersebut, Anda tidak akan bisa mencapai tujuan perusahaan. Sebenarnya strategi itu sendiri jarang ada masalahnya. Permasalahannya ada pada pelaksanaan strategi, inilah yang sering membuat para pemimpin kecewa
Anda pelaku bisnis maka Anda tentukan visi misi perusahaan Anda. Kemudian tentukan sasaran Anda. Ingat sasaran haruslah terukur, ringkas, dan bersekala waktu yang pasti.
Pahami kekuatan yang ada dalam tim Anda.
Tentunya Anda tidak bekerja sendiri. Dibelakang Anda ada pasukan yang siap menolong. Kenali dan pahamilah kekuatan yang ada pada tim Anda. Setelah Anda dapat melihat kekuatan tersebut, asah terus, ciptakanlah tim yang tangguh dan siap menghadapi segala rintangan demi mencapai goal yang Anda buat.
1. Fokus.
Menjadi seorang pemimpin tentunya harus bersikap fokus akan tanggung jawab terhadap pekerjaan, berkontribusi dalam memberikan arah tujuan perusahaan yang baik, dan lebih mementingkan prioritas utama dengan prioritas pribadi. Hal ini sangat mempengaruhi kerja tim. Bertindak cepat dalam segala hal, baik dalam kondisi yang mendesak maupun kondisi cepat, seorang pemimpin dituntut harus bisa mengambil keputusan tepat dan cepat.
2. Mendukung dan selaras dgn Visi dan Misi.
Seorang Pemimpin yang baik harus memiliki visi dan misi yang baik, karena pimpinan yang baik harus menyampaikan tujuan visi dan misinya, agar bawahannya memiliki motivasi untuk mencapai target yang sama, sehingga pimpinan bisa memberikan bimbingan untuk mengerakkaan timnya menuju tujuan yang telah ditentukan.
Ketiga, keteladanan dalam pengorbanan. Seorang pemimpin adalah orang yang harus lebih banyak berkorban dari pada pengikutnya. Dia mengorbankan waktunya, pikiranya, dan hartanya untuk kepentingan bersama. Dia bersedia untuk turun langsung membantu orang-orang yang dipimpinnya. Tidak hanya sekedar mengarahkan dan menyuruh, tapi dia bersama-sama pengikutnya melakukannya.
Jika pemimpin dapat memberikan keteladan, insya Allah maka perubahan ke arah yang lebih baik dapat terjadi. Pemimpin itu ibarat sumber mata air di hulu. Bila di hulu airnya telah keruh, maka kebawahnya akan keruh juga. Jika dari sumbernya telah bersih dan jernih, makan kebawahnya pun Insya Allah akan bersih juga.
Selasa, 27 Desember 2011
DEMO, WARGA KUNCUNG TUNTUT KETERBUKAAN PEMILIHAN KADUS
DEMO, WARGA KUNCUNG TUNTUT KETERBUKAAN PEMILIHAN KADUS
UNJUK RASA–Ratusan warga Dusun Kuncung, Desa Matesih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar berunjuk rasa menuntut keadilan dan keterbukaan dalam pemilihan kepala dususn (Kadus) Kuncung, di Balaidesa Matesih, Sabtu (24/12/2011). Selain itu mereka juga menuntut Carik Matesih, Parwoto, turun dari jabatannya.
Langganan:
Komentar (Atom)












